Jumat, 13 Desember 2019

Anak Tumbuh Aktif Dengan Dukungan Nutrisi SGM

Assalamualaikum Bunda ...

Liburan minggu kemarin ngapain Bun?

Kalau kami hari Minggu kemarin pergi ketempat permainan Dino park yang ada di DETOS kebetulan  anak - anak mendapat  undangan ulang tahun anak dari sepupuku.

Karena undangan ramai pastinya tidak semua orang yang datang kami kenal, beruntungnya kakak Chanza dan adik Faeyza anak yang berani dan mandiri, mereka langsung berkenalan dan bermain  bersama teman - teman yang lain dan aku hanya mengawasinya.

Senangnya mereka bisa cepat membaur bersama teman baru.


kakak Chanza dan Adik Faeyza pergi ke acara ulang tahun



Bahkan mereka berani meminta sendiri untuk berfoto bersama badut dinosaurus, dan mereka berani maju kedepan melakukan tantangan dari pembawa acara.

Ketika anak berani bertanya pada orang baru dan dengan cepat bisa langsung bermain, mungkin bagi sebagian orang tua yang lain itu biasa saja, tapi bagiku itu sebuah prestasi semenjak menjadi Mombassador SGM Eksplor aku jadi sering mengikuti info dan seminar parenting baik online dan offline yang di adakan oleh team SGM. jadi tau tentang potensi prestasi sei kecil.

Pengetahuan parenting itu ternyata penting sekali, kita jadi melek informasi tumbuh kembang anak di jaman serba era digital ini.

Sangat berbeda dengan ilmu yang di ajarkan orang tua kita jaman dahulu, di rumahku yah terutama ibuku kalau memberi makan harus kenyang, yang penting ada nasi dan lauk itu saja cukup.
Nah ternyata tubuh  kita bukan hanya itu saja yang dibutuhkan terutama anak kita dalam masa pertumbuhan, butuh  sayur, buah - buahan dan lain - lain.
Tidak ada kata terlambat untuk belajar mari kita mencari ilmu seluas - luasnya, bisa kita dapatkan dimana saja seperti bergabung di Fp Facebook Aku Anak SGM sangat bermanfaat sekali.

Seperti aku sekarang setelah bergabung di Fb FB Aku Anak SGM kemudian aku mendaftar menjadi Mombassador SGM Eksplor jadi tau tentang konsep isi piringku piramidanya seperti apa? kebutuhan nutrisi untuk anak itu berapa? pernah aku bahas di link Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Mendukung Anak Generasi Maju.

Senangnya bernyanyi bersama teman - teman



Khawatirkah dengan anak yang aktif? 

Pernah gak bun merasa kalau anak kita sekarang sedang aktif banget? 

aku mau berbagi pengalaman nih bun, tentang anak yang sedang aktif.

Momen pertama Faeyza pakai sepeda roda dua itu cukup mengharu biru, gimana gak?
Duh... karena terlalu senang naik sepeda Faeyza terjatuh mukanya langsung nyungsep ke jalan, ketika di angkat astaghfirullah darah mengucur deras, ternyata sampai gigi depannya copot satu, bibirnya pecah, ibu mana yang tidak panik melihat anaknya begitu, tapi karena sudah berbekal ilmu, bagaimanapun keadaan anak seorang ibu harus bersikap tenang agar anak juga ikutan tenang, padahal rasanya aku ingin ikut nangis juga.

Faeyza sekarang sudah pakai sepeda roda dua 


Pelan - pelan aku bersihkan lukanya, sambil konsultasi dengan teman yang seorang dokter bagaimana langkah selanjutnya, butuh waktu lima hari untuk menyembuhkan lukanya, tidak mau makan beruntung masih mau minum SGM Eksplor 3 plus Complinutri kesukaannya.


Ku pikir setelah sembuh Faeyza bakal trauma naik sepedanya, ternyata dugaanku salah Faeyza tetap semangat memakai sepeda roda duanya, padahal aku sempat sangat khawatir karena setiap orang bertanya adik kenapa? adik jatuh naik sepeda sambil mau nangis lagi. tapi aku selalu bilang tidak apa - apa naik sepeda kemarin itu karena adik kurang hati - hati.

Faeyza : Mama gak marah gigi dede hilang?
Aku : Tidak sayang... anak mama anak hebat (sambil ku peluk dengan hangat)


ketika Faeyza kembali ceria dia langsung mencoba sepedanya kembali 

Faeyza : Ma... Liat deh dede sudah bisa...
Aku : Iya sayang semangat terus yah... tapi jangan lupa harus hati - hati yah nak

Ku biarkan Faeyza mencoba hal - hal baru, dengan menjadi Mombassador SGM Eksplor aku jadi mengerti... Oh anak yang aktif, supel, mandiri dan berprestasi itu adalah bagian anak dari Generasi Maju

Aku ingin anakku menjadi bagian dari anak generasi maju untuk itu setiap hari tidak lupa ku berikan kakak dan adik  dua gelas susu SGM Ekplor Complinutri kesukaan mereka agar mereka tumbuh tinggi kuat ,aktif, supel, mandiri dan berprestasi, cerdas saja tidak cukup semua harus seimbang. dan itu adalah potensi prestasi anak generasi maju.

Tentunya apapun yang dilakukan anak tidak lupa dukungan dari orang tua, berikan makanan yang bergizi dan penuhi nutrisinya dan minum susu setiap  hari. dengan memenuhi nutrisi si kecil itu sangat penting sejak dini karena akan menjadi fondasi demi terciptanya generasi maju yang berkualitas untuk masa depan bangsa. 

Untuk menambah wawasan yang bermanfaat seputar tumbuh kembang anak lebih jelasnya bunda bisa berselancar ke Generasi Maju.

#MombassadorSGMEksplor #GenerasiMaju








Jumat, 06 Desember 2019

Kado Umroh Untuk Orang Tua

Assalamualaikum teman - teman dunia maya...

Sering kali kita mendengar kata keajaiban sebuah do'a, pasti akan terkagum - kagum dengan kebesaran Allah SWT, apalagi kalau kita sendiri yang mengalaminya memang luar biasa, jika Allah berkehendak maka sangat mudah bagiNya.

Sewaktu aku masih kecil keluargaku sangat minim pengetahuan agama, ibuku sendiri baru belajar sholat ketika aku berusia lima tahun, aku selalu teringat sebelum sholat ketika akan memakai mukena ibuku akan berdoa "sengaja aku memakai mukena, mukena akan membawa berkah, berkah membawa  ke Baitullah"

kemudian aku bertanya,

Aku : Bu Baitullah itu di mana yah?

Ibu : Baitullah itu ada di Mekkah tempat orang beribadah haji dan umroh seperti yang di televisi, insyallah suatu saat ibu bisa kesana

Aku : Aamiin nanti ibu pasti bisa ke Baitullah

Ibu : Aamiin tapi kesana butuh biaya yang mahal karena tempatnya jauh

Di dalam pikiranku waktu itu, berarti dengan sering memakai mukena maka Allah akan mengabulkan keinginan untuk pergi ke Mekkah, sampai sekarang akupun melakukan do'a yang sama, meski aku juga tidak tahu persis apakah memang ada do"a memakai mukena seperti yang ibuku ucapkan.

Hari berganti hari aku sudah bekerja dan menikah, masih tetap ada keinginan untuk memberangkatkan ibu ke Baitullah tapi banyaknya tuntutan ekonomi apalagi setelah mempunyai anak, ada keinginan untuk membeli rumah sehingga semua tabungan terkuras habis, bahkan sisa pembayaran rumahpun kami meminjam dengan bapakku dari hasil menjual kebunnya yang sebagian dia simpan di bank untuk tabungan haji.

Setelah mempunyai rumah, ada rasa bahagia bersyukur meski hidup di perantauan bertahun - tahun ngontrak akhirnya Allah mengizinkan keluarga kecil kami untuk memiliki tempat bernaung dengan nyaman, keluarga minimalis dengan rumah minimalis pula 😁

Ku kabarkan kepada orang tuaku kalau kami sudah pindah dan ingin mengundang mereka dari Bengkulu untuk mengunjungi rumah baru kami, anakku sangat antusias mendengar datuk dan nenek akan segera datang ke Depok.

Baju - baju mereka sudah dimasukan ke dalam koper tapi tanpa diduga ibuku terkena sakit darah tinggi dan jantung, sehingga dirawat di ICU, sedih jangan dikata... Aku menangis sejadi - jadinya, bingung harus bagaimana?

Aku menghubungi suamiku yang di luar kota, aku mau pulang membesuk ibuku, tapi bagaimana dengan anakku? Kalau ku bawa akan bertambah biayanya, sedangkan di rumah sakit juga membutuhkan biaya yang banyak, suamiku berusaha menenangkan dia mendukung apapun keputusanku.

Ku pikir lagi lebih baik uang yang aku punya untuk biaya rumah sakit saja, biarlah aku tidak jadi pulang ke Bengkulu, di dalam sujud aku memohon untuk kesembuhan ibuku angkatlah penyakitnya izinkan dia bisa bertamu ke Baitullah dengan uang tabungan hajinya tapi masih antri empat tahun lagi, dan di saat kritisnya aku tak mampu berkata - kata ketika adikku mengabarkan keadaannya.

Alhamdulillah syukur setelah sekian lama dirawat kondisi ibu semakin membaik, tetapi masih harus kontrol bolak balik ke dokter.
Dan aku selalu menyemangatinya, makan yang bergizi hidup sehat biar bisa ke Baitullah.

Foto di Soeta sebelum keberangkatan

Desember 2018, aku berpikir kalau nanti bonus dari kantor sudah keluar aku ingin memberangkatkan orang tuaku umroh mumpung kesehatan mereka sedang baik, tapi budget-nya hanya cukup untuk satu orang, bagaimana kalau tabungan hajinya di ambil separuh jadi mereka bisa berangkat bersama.

Belum sempat ku bicarakan dengan orang tuaku, tiba - tiba kakak sepupuku memberi kabar kalau dia berniat memberangkatkan bapakku untuk pergi umroh, masyallah bahagia bersyukur tak terkira, inilah jalan Allah SWT langsung ku sampaikan pada bapakku, dia  menangis haru mendengarnya, rasanya seperti mimpi yang nyata.

Awal Februari 2019 ketika aku mendapatkan bonus tahunan dari kantor, akupun langsung mendaftarkan ibuku untuk ikut umroh bersama dengan bapakku. Ku kabarkan kepada ibuku kalau dia bisa berangkat umroh, tak kalah harunya dia menangis tersedu - sedu mendengar kabar baik itu.

Ibu hadiah ini belum apa - apa dibanding dengan jasa dan pengorbananmu, semenjak aku mendengar do'amu ketika masih kecil dulu aku sudah tanamkan di hatiku, insyallah aku bisa memberangkatkan ibuku umroh, Aamiinn.

Dan Allah telah mengabulkan do"aku, do'a ibuku, alhamdulillah wasyukurillah.

Masyallah dapat kiriman foto dari depan Ka'bah dari peserta jamaah 


Tulisan ini bukan untuk membuat jadi riya', tetapi aku ingin memotivasi semua, berdo'alah kita tidak pernah tahu dari doa yang mana, dari siapa perantaranya insyallah jika Allah menghendaki tidak ada yang tidak mungkin, banyak orang yang kaya tapi belum punya panggilan untuk ke Baitullah.
Banyak juga orang yang kurang mampu tapi Allah memampukan mereka dengan rezeki tak terduga.

Terima kasih sebesar - besarnya untuk kakak sepupuku yang sudah dengan ikhlas memberikan hadiah umroh untuk bapakku, insyallah Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Ada kekhawatiran ketika bapak dan ibu sedang menjalani ibadah umroh, takut mereka jatuh sakit, takut mereka terpisah dari rombongan, apalagi ibuku tidak bisa menggunakan handphone, Tapi Alhamdulillah semua ibadah bisa berjalan dengan lancar, mereka mempunyai rombongan umroh yang kompak dengan rasa kekeluargaan yang besar dan alhamdulillah  mereka kembali dengan selamat.

Moment Mengaharu biru melepas kepergian orang tua


Selagi orang tua masih ada sayangi dan bahagiakanlah mereka semampu kita, berkat jasa dan jerih payah merekalah kita bisa seperti sekarang, kita tidak akan bisa membalasnya meski dengan darah sekalipun.


Selasa, 19 November 2019

Mombassador SGM Eksplor Komunitas Bahagia Rasa Keluarga

Assalamualaikum Bunda semua...


Kesibukannya sekarang apa bun? sibuk mengurus rumah, suami dan anak itu pasti yah bun jangan ditanya lagi he... he... he... harus semangat 45!

Kalau aku di samping mengurus rumah tangga aku juga ikut komunitas Mombassador SGM Eksplor, Bunda ikut komunitas apa bun? kita sharing bareng - bareng yuk tentang komunitas yang kita ikutin, ikut komunitas apa saja  sah - sah saja yah bun, yang penting bersifat positif, bermanfaat untuk diri kita dan orang lain.

Bunda penasaran ga seperti apa saja kegiatan komunitas Mombassador SGM Eksplor?

Mombassador SGM Eksplor Komunitas Bahagia Rasa Keluarga
Ikut kelas Bunda SGM Eksplor


Sebelumnya aku kasih tau dulu nih bun, Mombassador itu adalah komunitas bunda - bunda SGM Eksplor yang dibentuk oleh SGM untuk mendapatkan edukasi dan pelatihan dalam berbagai kegiatan seru bersama dengan Mombassador lainnya.

Yang bertujuan untuk mengajak bunda - bunda di Indonesia menjadi lebih paham dan perduli terhadap nutrisi dan perkembangan anak, serta menjadi bunda yang berdikari dan bermanfaat untuk bangsa.

Awalnya aku berminat untuk bergabung dengan Mombassador karena aku melihat info di facebook Aku Anak SGM  tentang pendaftaran Mombassador, nah kebetulan anakku Faeyza saat itu berumur 1 tahun, dari awal melahirkan  aku selalu pumping ASI tapi setelah anakku Faeyza berumur 1 tahun lebih jumlah ASI hasil pumping sehari cuma dapat 120 ml sudah tidak sebanding dengan kebutuhan anak jadi aku memutuskan tambahan sufor untuk Faeyza.

Sebelum aku memutuskan tambahan sufor apa yang tepat untuk anakku, aku mencari berbagai info tentang sufor mulai dari pengalaman saudara, teman, searching di sosmed bahkan konsul ke dokter. Tentang sufor ternyata banyak juga pertimbangannya mulai dari kandungan nutrisi, harga yang bisa bersahabat sesuai dengan kemampuan, dan rasa dari susu itu sendiri.

kebetulan sekali aku sedang memerlukan info tersebut, jadi aku pikir apa salahnya aku ikut mendaftar, kalau terpilih kan lumayan dapat bonus jalan - jalan ke Daerah Istimewa Jogjayakarta.

Kreteria menjadi mombassador


Untuk menjadi bagian dari Mombassador itu ada kreterianya juga loch bun :
1. Usia bunda 22 - 40 Tahun
2. Memiliki anak dengan usia di atas 1 tahun
3. Berdomisili di Indonesia
4. Memiliki akun sosial media aktif (Facebook/Twitter/Instagram/Blog)


Jika bunda sudah merasa termasuk kreteria tersebut bunda langsung mengisi link pendaftaran 


Alhamdulillah ternyata aku termasuk dari salah satu bunda yang beruntung terpilih bergabung menjadi anggota Mombassador SGM Eksplor Batch 6 yang beranggotakan sebanyak 106 bunda dari berbagai daerah.

Senang sekali rasanya semua pertanyaan yang menjadi pertimbanganku untuk memilih sufor pendamping anakku terjawab sudah, di sana  kita bukan hanya mendapat edukasi tentang SGM, kita diajak vactory visit, ada berbagai games berhadiah dan ada malam gala dinner yang meriah.
Pokoknya Seru... Seru... Seru...

Mombassador SGM Eksplor Komunitas Bahagia Rasa Keluarga
106 Mombassador Batch 6



Pulang dari acara Mombassador SGM Eksplor langsung kupercayakan untuk memilih SGM sebagai tambahan sufor untuk anakku Faeyza tanpa ada keraguan lagi.

Abaikan nyinyiran orang tentang "buat anak kok susu murah", murah kalau kwalitas bagus kenapa gak bukan begitu ibu - ibu?

Gimana rasanya bisa bertemu dengan berbagai bunda - bunda hebat dengan berbagai latar belakang dan budaya,pecahhhh... yah pasti, seperti kita mendapat keluarga baru. Bahkan diantaranya kita sudah berteman sudah beberapa lama di dunia maya, lalu SGM yang mempertemukan kita, hasyiikkk!

Berakhirnya acara Mombassador SGM bukan berarti bubar begitu saja, beberapa bulan kemudian kita mendapat undangan untuk mengikuti seminar bunda digital tentang bagaimana dampaknya gadget terhadap anak kita, ilmu yang didapat sangat bermanfaat, merasa bersalah ketika membiarkan anak sering bermain gadget, duh maafkan mamamu ini nak, pulang kerumah peluk anak langsung minta maaf.

Dengan menjadi Mombassador kita bisa mendapat informasi seperti parenting, entrepreneurship, nutrisi untuk anak dan masih banyak lagi topik - topik yang mengedukasi lainnya.

Oh iya bun, setiap Mombassador nanti akan dikasih kain batik khusus loh, nah bunda bisa jahit sendiri sesuai dengan keinginan modelnya seperti apa.

Disaat bulan puasa kita juga mengikuti acara Bunda Berbagi, mencari donasi untuk dititipkan ke panti asuhan, berbuka puasa bersama, uluran tangan dan kunjungan kita memeluk anak - anak di panti rasanya sangat mengharu biru, susah diungkapkan dengan kata - kata, bersyukur kita bisa memberikan kasih sayang langsung untuk anak kita.
Mombassador SGM Eksplor Komunitas Bahagia Rasa Keluarga
Acara Bunda Berbagi di Panti Asuhan Anak Putra Utama


Di lain kesempatan aku juga bisa mengikuti seminar "Berkarya Melalui Blog" bersama Teh Ani, sangat membakar semangat untuk menulis, yang tadinya malas - malasan, istilahnya mager (malas gerak) sekarang mulai merangkak siapa tau esok hari bisa terbang, duh mulai mengahayal hehehe...

Semenjak bergabung jadi Mombassador akupun jadi tau tentang program menarik SGM seperti Klub Bunda SGM yang sebelumnya sudah pernah aku bahas di blog juga, dan sekarang aku ingatin lagi bun, bagi yang belum daftar di KBS bisa bergabung DAFTAR 

Dan masih banyak lagi kegiatan - kegiatan lainnya yang diadakan oleh SGM, kita sebagai Mombassador mendapat tiket khusus free untuk mengikuti acara tersebut, seneng dong pastinya, semoga Mombassador semakin banyak anggotanya dan semangat terus kita ciptakan Generasi Maju bersama - sama kita pasti bisa.


Gimana bunda tertarik untuk menjadi Mombassador? jadilah bagian keluarga Mombassador berikutnya! jangan lupa sering intip Facebook Aku Anak SGM like dan komentar sesering mungkin agar nantinya bisa terpilih, selamat mencoba. dan jangan lupa dapatkan info lengkapnya di www.generasimaju.co.id

#MombassadorSGMEksplor #GenerasiMaju


Wassalamualaikum Wr Wb


Terima kasih sudah mampir
Kritik dan saran diterima 






Senin, 11 November 2019

Gadis yang Merindukan Angin

Apa yang kamu rasakan ketika angin datang? Ketakutankah?
Berbeda denganku ketika angin datang aku akan merasa sangat bahagia, karena angin akan mendatangkan rezeki untuk keluarga kami.

Karena biasanya akan banyak buah kelapa, daun kelapa, ranting pohon yang kering dan
buah – buahan yang lain akan berjatuhan. Beruntungnya angin yang biasa datangpun bukan angin badai atau angin topan seperti bencana yang ada di berita telivisi.

Ketika angin mulai berhenti bertiup kencang meski masih hujan dengan sigap aku akan keluar rumah semangat mengumpulkan rezeki tersebut sebelum keduluan dengan orang lain.

Aku tidak tau persis hukumnya bagaimana jika mengambil buah yang sudah terjatuh dari pohonnya? Tapi pesan mak adalah boleh mengambil buah atau pelepah daun kelapa ditempat perkebunan terbuka, kecuali jika tanaman tersebut ada didalam pagar maka aku tidak boleh mengambilnya.
Tahun 1993, Perkenalkan namaku Nike, entah kenapa orang tuaku memilih nama itu mungkin karena ngefans berat dengan penyanyi terkenal pada masa itu Nike Ardila.
Aku anak pertama dari tiga bersaudara umurku saat itu hampir sebelas tahun, adikku yang pertama namanya Yana berumur enam tahun dan adik bontotku bernama Ahmad berumur tiga tahun, Kami tinggal dipinggir pantai selatan Sumatera.
“Mak, anginnya sudah mulai reda Nike pergi ke belakang dulu yah, siapa tau hari ini dapat rezeki lumayan”
“Ke… tapi masih hujan nak, sahut mak”
“Gak apa – apa mak, udah gak deras lagi kok, Nike pakai tudung Serindak (serindak adalah penutup kepala yang berbentuk kerucut yang terbuat dari anyaman bambu.
“Yah sudah tapi jangan lama – lama yah nak, sebentar lagi maghrib, kalau angin kencang lagi segera pulang, mak takut kamu kenapa – kenapa tertimpa sesuatu, oh iya … hasil yang terkumpul nanti Nike kumpulkan di dekat pohon duku, biar mak yang bantu buat angkatin besok pagi”
“Siap bos! (dengan posisi tegap, dan angkat tangan memberi hormat), doain aku yah mak baik – baik saja dan dapat banyak rezeki”, aku langsung berlari kecil pergi keperkebunan kelapa di belakang rumahku yang terhampar luas.
Begitulah yang kami lakukan, kalau mak sedang tidak ada kerjaan biasanya aku bersama mak meski kehujanan badan menggigil kedinginan kami tetap tersenyum sedikit banyaknya hasil yang kami dapatkan kami tetap bersyukur.
Tapi hari ini karena mak sedang membersihkan singkong untuk diproses menjadi tape jadi aku berangkat sendirian, alhamdulillah ternyata rezeki yang kudapatkan hari ini lumayan, banyak pelepah kelapa yang sudah kering berjatuhan, dan terkumpul 20 Pcs buah kelapa.
5 pcs buah kelapa langsung aku bawa pulang, sisanya aku simpan dimasukan kedalam tumpukan daun kelapa biar besok pagi mak yang mengambilnya.
Ketika matahari mulai tenggelam aku bergegas pulang, karena pertanda maghrib akan tiba aku harus segera mandi dan sholat maghrib, di kampungku ini sangat minim agama jangan mengharap adanya bunyi adzan, karena adzan itu akan kedengaran hanya di tv ataupun di radio.
Kalau adzan dari masjid biasanya waktu bulan puasa pertanda akan berbuka puasa dan ketika hari jum’at pertanda akan masuk waktu sholat jum’at, itupun yang datang sholat jum’at hanya sekitar sembilan sampai sebelas orang saja.
Selebihnya masjid hanya bangunan yang di kunci tak jarang di terasnya menjadi tempat berteduh ayam dan kambing, aku dan mak sering membersihkannya, karena di masjid kampungku tidak ada marbotnya.
Miris bukan! Padahal 100 % penduduk di desa kami adalah muslim, tapi apalah daya kesadaran untuk beribadah di desaku sangat minim, mak sendiri baru belajar sholat ketika aku umur sekitar lima tahun kalau ga salah.
Aku masih mengingat bagaimana mak di waktu sholatnya berhenti lalu membuka buku catatan lagi, dan aku bertanya, “kenapa mak lupa yah?” mak hanya membalas dengan senyuman kemudian mengulang sholatnya.
Oh iya belum ku ceritakan tentang bapak, bapak tidak tinggal bersama kami, dia tidak betah hidup di kampung bapak menjadi tukang bangunan berkelana dari kota A sampai ke kota B bahkan menjadi TKI pun pernah dilakoninya.
Kalau mengharapkan nafkah dari bapak sangatlah tidak mungkin karena bapak pulangnya tidak tentu, jadi mau tidak mau mak harus kerja keras banting tulang untuk membiayai kehidupan kami, apa saja dilakukannya selagi halal kenapa tidak.
Pernah dulu waktu masih kecil aku dan mak ikut bapak berpetualang dari perkebunan daerah Sumatera selatan pindah ke kota Jakarta, tapi setelah lahir adikku mak berfikir tidak mungkin harus begini terus tanpa arah.
Akhirnya mak membawaku pulang kampung dan berbekal tabungan sedikit mak membeli tanah dan membangun ruangan sebesar 3 x 4 meter sebagai tempat tinggal kami. Awalnya bapak tetap tidak setuju tapi keputusan mak sudah bulat untuk tinggal dikampung, dan resikonya yah itu, bapak tidak jelas kapan pulangnya.
Sewaktu aku ujian kenaikan kelas lima, seperti biasa mak akan menemaniku belajar sambil mengayam daun pandan untuk dibuat menjadi tikar yang nantinya bisa dijual.
Kalau bapak pulang anyaman mak akan buru – buru disimpan dulu, karena bapak tidak suka melihat rumah berantakan.
Banyak orang yang mengejek dan bertanya “bapaknya kemana? Kok gak pernah kelihatan? Sudah kawin lagi yah?” dan aku tidak pernah menjawab karena pesan mak kalau orang mengejek tidak perlu menjawab, kalau bisa disenyumin saja. Tapi kalau orangnya bertanya baik – baik, cukup bilang saja bapak lagi kerja merantau jauh di kota.
Alhamdulillah hasil ujianku selalu memuaskan aku selalu mendapatkan juara di kelas, meski waktu belajar hanya sedikit tidak ada les tambahan apapun.
Pulang sekolah jika mak mau ke sawah atau apapun kegiatannya, menjaga adik – adikku, menyapu, mencuci piring dan memandikan adik adalah tugas utamaku.
Oh iya sumur di rumah kami kering jadi aku harus menumpang di sumur tetangga yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah. Dan bolak balik mengangkut air sebanyak 10 liter untuk persediaan air dirumah, jadi mak nanti pulang tidak terlalu lelah dan bisa langsung memasak untuk kami.
Setelah sholat maghrib, kami selalu makan satu piring bersama, rasanya seru sekali bergiliran mendapatkan suapan dari tangan mak, apalagi hari ini rasanya luar biasa nikmat seperti kamilah keluarga yang paling bahagia.

Bisa makan nasi hangat dengan lauk 2 ceker ayam dicampur dengan nangka muda masyallah enak banget, tentunya dengan makan 1 piring bersama jadi sedikit cucian piring kotor.

Setelah makan aku segera berangkat belajar mengaji kerumah Wakdi bersama teman – teman dekat rumah dengan membawa senter karena takut menginjak kotoran sapi, dijalanan tidak ada lampu jalan hanya samar – samar penerangan dari lampu teras rumah orang. Itupun kebanyakan orang memilih lampu teras paling 5 watt untuk menghemat listrik.

Mak selalu memberi nasehat cukup mak yang bodoh tidak mengerti ilmu dunia dan ilmu agama, anak mak harus bisa, mak akan selalu berjuang buat kalian, hebatnya lagi tidak pernah aku melihat mak mengeluh.
Aku saja heran kenapa bisa mak mempunyai sabar sebesar lautan. Setiap bapak marah mak selalu diam, bapak orangnya memang pemarah, ringan tangan dan sering memecahkan perabot rumah tangga, hal sepele saja bisa menjadi besar jika tidak sesuai dengan keinginanya.

Tetangga banyak yang bergunjing hai kak Titi (Titi adalah nama makku) “kalau saya jadi kak Titi, sudah pasti minta pisah buat apa lelaki seperti bang Hasan itu dipertahankan, pemarah, pemalas kerjaannya bisanya cuma berkelana, makan, tidur dan bikin anak doang”.
Mak hanya tersenyum “biarlah mungkin ini takdir saya, biar gimanapun bang Hasan adalah bapak dari ke tiga anak saya, sesakit apapun yang saya alami insyallah saya ikhlas, mudah – mudahan suatu saat bisa berubah, tidak bisa berubah dengan kata – kata saya, insyallah dengan kekuatan do’a anak saya.
Di balik pintu aku mendengar mak berbicara seperti itu membuat aku semakin bertekad untuk lebih rajin beribadah, menambah hapalan alqur’an dan disetiap sholat kupanjatkan do’a untuk kami sekeluarga, dan tidak lupa berpuasa sunah.
Tahun 1994
Ada donutaur yang datang ke kampungku, mereka memberikan dana untuk membangun masjid mengajak pemuda pemudi desa untuk bersama – sama meningkatkan kesadaran beribadah, sasarannya dimulai dengan anak – anak .
Terbentuklah madrasah yang setiap sore mengajari anak – anak mengaji dari jam 15.00 WIB sampai jam 17.00 WIB sekalian kegiatan sholat ashar berjamaah, mendengar info tersebut aku langsung mendaftarkan diri, dan alhamdulillah mak pun memberi restu.
Sudah berbekal dari dasar mengaji dengan Wakdi jadi cukup cepat aku mengerti dan khatam Alqur’an. Karena dirasa pengajar aku sudah mampu merekapun mendaftarkan aku untuk kegiatan pesantren kilat dan lomba mengaji, untuk siswa – siswi yang nantinya lulus akan mengikuti wisuda.
Pengumuman wisuda tercantum namaku masyallah rasanya senang sekali, apalagi aku angkatan pertama di desaku, yang menjadi kendala lagi untuk mengikuti wisuda itu berbayar baju toga harus membeli.
Sedangkan kami tidak mempunyai uang, jadi aku dan mak semakin semangat mengumpulkan kelapa di buat menjadi kopra (kopra adalah daging kelapa yang dikeringkan) agar nilai jualnya lebih tinggi.
Lalu sepatu yang aku gunakan saat itu hasil meminjam dengan tetangga yang sudah kelas 3 SMP otomatis kakinya lebih besar dibandingkan kakiku, tapi tidak menyurutkan kebahagiaanku sepatu itu diikat dengan kencang agar kakiku tidak keluar dan diujungnya dimasukan kaos kaki agar terlihat penuh.
Sepatu yang aku punya tidak layak dipakai karena sudah dua kali minta tukang sol untuk memperbaiki, dan untuk ketiga kalinya tukang solnya tersenyum.
“Maaf dek, sepatunya tertawa sudah terlalu lebar, jadi abang sudah tidak bisa membuatnya tertutup lagi”.
Akupun ikutan tertawa mendengarnya, iya tertawa… meski tertawa menahan perih, setiap hari senin sebelum upacara aku selalu melihat deretan sepatu teman – teman yang bagus, lalu berhenti pada sepatu yang nasibnya hampir sama dengan sepatuku, pelan – pelan kuangkat wajahku penasaran dengan sang pemilik sepatu, ternyata dia adalah Titin anak kelas empat, yang ibunya sudah meninggal saat melahirkanya dulu.
Titin juga memperhatikanku yang sedang melihat semua sepatu orang, ketika tatapan mata kami bertemu, diapun tersenyum mengacungkan jempol tangan beserta jempol kaki dibalut kaos kaki yang menguning. Akupun mengangkat jempol tanganku, kami tersenyum bersama.

Saat Wisuda, berada di ruangan yang besar dengan berkumpul dengan teman – teman dari berbaga daerah, Semua terbayar ketika aku naik ke panggung, seorang guru besar penguji memberikan pertanyaan kepada mak.
“anak ibu pintar mengaji, menurun dari siapakah bisa seperti ini?”

Mak hanya menunduk, dengan mata berlinang mak menjawab “ini berkat kerja keras dia belajar dengan gurunya pak, saya dan bapaknya baru belajar mengaji”
“Bapaknya kenapa tidak ikut bu di hari bahagia ini”
“Bapaknya sedang merantau pak”
Guru penguji tersebut memberikan selamat dan menggenggam tanganku dengan erat, “pertahankan akhlak baikmu nak, hormati dan sayangi orang tuamu, teruslah semangat beribadah dan doakan mereka”
Turun dari panggung mak dan aku menangis tersedu – sedu, ini kali pertama aku melihat mak menangis bahagia, Masyallah rasanya. Lalu melihat sekiling orang sibuk mengabadikan diri berfoto bersama – sama, tapi apalah daya karena kami cuma punya ongkos angkot pulang saja, jadi kami tak mampu membayar tukang foto untuk berfoto sebagai kenang – kenangan.
Pasti lucu sekali membayangkan aku yang kurus hitam memakai baju wisuda dengan sepatu yang kebasaran, tapi hari bersejarah itu tetap terkenang melekat disanubari.

Hari itu aku tetap merindukan angin… aku ingin angin menyampaikan salam untuk bapakku, pulanglah pak hiduplah bersama kami, kita hadapai dunia baik suka maupun duka.

Kita belajar beribadah bersama - sama, karena selama yang aku tau aku tak pernah melihat bapak sholat, puasa ataupun mengaji, aku ingin kita sholat berjamaah, kami merindukanmu, peluk dan sayang dari mak dan anak – anakmu, aku ingin kita menjadi keluarga bahagia dunia dan akhirat.


Selasa, 05 November 2019

Nutrisi Anak Tercukupi Sekaligus Bikin Hati Bunda Happy, KBS So Pasti

Assalamualaikum Bunda Cantik...

Apa kabar? insyallah kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat yah.

Biarpun rumah berantakan, cucian menumpuk, setrikaan menggunung tapi tetap harus menjaga kewarasan juga yah bun, berselancar ke dunia maya misalnya cukup menghibur loh (pengalaman pribadiku neh), eiitss tapi jangan kebablasan yah bun, buka sosmed disaat menunggu cucian kering atau saat sikecil sedang tidur boleh juga, yah senyamannya bunda saja dan tetap harus mengutamakan pekerjaan kita yang utama pastinya.

Selain untuk hiburan sosmed bisa kita gunakan untuk mencari info - info yang berfaedah bun, biar kuota yang sudah kita beli gak terbuang sia - sia, seperti sekarang neh  aku mau kasih tau info tentang KBS yang sangat bermanfaat.

KBS itu apa yah?

yang penasaran yuk langsung saja Cekidot...

KBS itu singkatan dari Klub Bunda SGM

Klub Bunda SGM Membership merupakan layanan keanggotaan yang tersedia di dalam Situs www.akuanaksgm.co.id, sebagai wujud komitmen Sarihusada Generasi Mahardhika untuk mendampingi Konsumen dalam perjalanan masa kehamilan serta tumbuh kembang bayi dan balita, sehingga Konsumen dapat menjadi bagian dari genersai maju melalui berbagai benefit utama yang ditawarkan dalam situs ini. 

(dikutip dari Fb Aku Anak SGM, Jum'at Tgl 14 September 2018)

Untuk menjadi anggota KBS tidak hanya terbatas pada bunda saja, nah ayahpun juga bisa dong ikutan, yang penting sudah berusia 18 tahun keatas atau sudah menikah.

Jadi gini bun, dulu aku waktu hamil dan setelah melahirkan membeli susu hamil dan susu anak biasanya kotak kardusnya langsung aku buang, tanpa tau manfaatnya paling - paling dikumpulkan lalu ditimbang sama abang pembeli barang bekas, tapi setelah gabung di KBS jadi tau ternyata banyak benefit yang didapatkan.
Nutrisi Anak Tercukupi Sekaligus Bikin Hati Bunda Happy, KBS So Pasti
aku lagi input kode unik dan rasanya happy banget karena poinku sebentar lagi bisa ditukar hadiah yang aku inginkan

Nih aku kasih bocoran gimana caranya kardus susu SGM tersebut bisa menghasilkan beraneka ragam hadiah ada 3 langkah: 

1. DAFTAR 

Bisa daftar via website dan via sms.

Cara Daftar Via Website :
1. Daftar diri bunda 
    dengan mencari menu "daftar" pada halaman www.generasimaju.co.id
2. Lengkapi data diri bunda berupa :
    a. Nama pendaftar
    b. No Ponsel pendaftar
    c. Kota domisili pendaftar
    d. Nama anak pendaftar
    e. Tanggal lahir anak pendaftar
    f. Menentukan kata kunci atau password yang diinginkan
    g. Pendaftar juga harus menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku 

Atau langsung saja bun, klik link berikut DAFTAR

Cara Daftar Via SMS : 
Kirim SMS Ke 2000 dengan format : 
SGM<Spasi>DAFTAR#No HP#nama sesuai KTP#tanggal lahir anak (DD/MM/YYYY)#nama kota domisili

Contoh :
SMG DAFTAR#0812101624XX#Cica Anilisti#17/08/2016#Depok

2. Kumpulkan Poin
Beli SGM Eksplor / SGM Bunda sebanyak banyaknya sesuai dengan kebutuhan kita, masukkan kode uniknya di kolom yang tersedia di website atau dengan cara sms seperti contoh di atas, kode unik tersebut tercetak didalam kemasan yah bun, kalau sudah dibuka diintip dulu kodenya baru boleh dikreasikan atau dijual kepengumpul barang bekas.

3. Tukar Poin Dan Dapatkan Hadiah 
Tukar poin dengan klik menu "Tukar poin" dan pilih hadiah yang diinginkan, cocokan dengan jumlah poin yang sudah terkumpul. 

Nah ini bagian yang di tunggu - tunggu pastinya, apa saja sih hadiah yang didapatkan?
Tenang bunda ini yang bikin hati berbunga - bunga hadiahnya beraneka ragam ada voucher Gopay, voucher pulsa, voucher listrik, cookware set, kompor gas, magic com, set pisau, blender, lego, panci presto, plastisin, hand mixer, voucher minimarket, dan hadiah utamanya Motorrrr loh bun brem..bremmm (duh aku jadi menghayal dapat motor)

Bunda ngincer yang mana hayooo?
kalau aku ngincer hand mixer bun, karena aku lagi semangat mau belajar bikin kue.

Setiap kemasan itu beda - beda loh bun perhitungan poinnya, jadi nanti ketika menginput jangan kaget dengan nilai poin yang berbeda, nih aku kasih contekan poin setiap kemasan.

Untuk SGM Eksplor 1 Plus, 3 Plus Dan 5 plus 
Ukuran 150 gr = 150 Poin
Ukuran 400 gr = 400 Poin
Ukuran 600 gr = 600 Poin
Ukuran 900 gr = 1000 poin

Untuk SGM Bunda
Ukuran 150 gr = 500 Poin
Ukuran 300 gr = 1000 Poin

Khusus SGM PHPro  
Ukuran 150 gr = 500 Poin 

Ada tambahan bonus poin juga bun, 
- 500 Poin akan didapat jika bunda mendaftar sebagai member KBS
- 1000 Poin jika bunda melengkapi data profil 
Jadi tambah semangat kan untuk gabung dengan KBS

Jika poin sudah dirasa cukup dengan hadiah yang diinginkan, cara penukaran hadiahnyapun sangat mudah bun, berikut langkah - langkahnya : 

1. Penukaran Via Website 
a. Login dan klik menu "Tukar Poin" kemudian pilih hadiah pada katalog
b. Klik gambar "Tukar Poin" yang berada pada bawah gambar hadiah
c. Konfirmasi hadiah yang akan bunda tukarkan sesuai dengan jumlah poin pada laman pop-            up  yang muncul 
d. Hadiah akan dikirimkan ke nomor handphone yang terdaftar di Klub Bunda SGM atau akan       dihubungi oleh team careline SGM

2. Penukaran Via SMS
Kirim SMS ke 2000 dengan format sebagai berikut :
SGM<Spasi>TUKAR#HADIAH 
Contoh SGM TUKAR#M50

Nutrisi Anak Tercukupi Sekaligus Bikin Hati Bunda Happy, KBS So Pasti
Ini anakku Argantha Faeyza Ibrahim foto bersama susu SGM Eksplor 3 Plus dan tas SGM kesayangannya yang didapat ketika belanja online 2 pcs ukuran 900 gr

Nutrisi Anak Tercukupi Sekaligus Bikin Hati Bunda Happy, KBS So Pasti
Aku sedang mengecek jumlah poin KBS


Dan masih ada info yang tak kalah menarik nih bun, tapi khusus untuk Mombassador yaitu "Program Teman Bunda Mombassador SGM Eksplor".

Oh iya bun sebelumnya bunda -  bunda yang sudah memilih susu SGM eksplor sebagai susu pertumbuhan anak sudah tau donk alasannya apa? yang pastinya untuk memenuhi nutrisi yang sangat penting agar anak kita bisa tumbuh dan berkembang menjadi Anak Generasi Maju.

Oleh karena itu SGM ingin mengajak bunda - bunda hebat Mombassador untuk membantu memenuhi nutrisi lebih banyak lagi anak Indonesia, dan 100 orang Mombassador pertama yang berhasil mengajak 10 teman untuk bergabung mendukung nutrisi anaknya akan mendapatkan hadiah menarik berupa voucher gopay sebesar Rp.200.000, luamayan kan buat belanja belenji heheh...

Tapi untuk mengikuti program tersebut juga ada syarat dan ketentuannya bunda bisa cek di link berikut Mekanisme Program Teman Bunda Mombassador SGM Eksplor


Nah kira - kira penjelasannya masih ada yang kurang paham gak yah bun? jangan sungkan untuk bertanya, aku akan sangat bersedia membantu bunda jika dirasa masih ada yang membingungkan dan kita akan belajar sama - sama, atau bunda bisa langsung mendapatkan info lengkapnya di Link Generasi Maju

Mari bergabung bersama ribuan bunda hebat lainnya dalam Klub Bunda SGM, kita ciptakan Generasi Maju bersama - sama. #MombassadorSGMEksplor #GenerasiMaju @akuanaksgm

Terima kasih yang sudah setia membaca, kritik dan saran diterima

Wassalammualaikum Wr Wb.






















Rabu, 02 Oktober 2019

Indahnya Korea Selatan

Haiii Dear...

Lama tak menyapa lewat blog, kangen nulis lagi, nah aku mau berbagi tentang indahnya korea selatan.

Upsss tapi sebelum berangkat kesana banyak juga loch tantangannya, mulai dari persyaratan buat pembuatan visa yang gak kelar - kelar, sempat ketir juga yah takut visa ditolak bolak balik baca info dari beberapa blog orang banyak yang ditolak dan gak tau alasannya apa? hanya orang kedutaan dan Tuhan yang tahu heheheh.
Akhirnya karena dalam seminggu visa belum keluar jadwal keberangkatan ditunda satu bulan berikutnya, yang tadinya berangkat 25 - 29  maret 19 berubah menjadi 29 april - 01 mei 19, Alhamdulillah setelah visa keluar jadi lega deh biasanya tiap hari bolak balik cek info visa, meski musim dinginnya hampir habis jadi gagal ngeliat salju tapi tetap semangat donk.

29 April 2019 berangkat dari rumah jam 17.00 naik bus bandara dari terminal pasar minggu sampai di bandara sekitar jam 19.00 alhamdulillah ketemu rombongan dan dilanjutkan makan malam mie udon dulu sebelum menunggu keberangkatan jam  22.00.
Pesawat Ontime setelah menelpon suami mengabarakan kalau aku akan segera berangkat Hp aku matikan, di dalam pesawat penuh tak ada kursi yang tersisa, penerbangan selama 7 jam jadi aku berharap bisa tidur untuk beristirahat tapi apalah daya ternyata mata terpenjam tapi tak kunjung tidur juga cuma menguap dan menguap menahan kantuk yang teramat sangat.

Sampai di bandara Seoul jam 7 pagi hanya cuci muka dan sikat gigi ambil bagasi lalu dilanjutkan lagi menunggu pesawat untuk pergi ke Busan, hanya butuh waktu satu jam mendarat dengan selamat di Busan, ketika keluar dari bandara desiran angin membuatku merinding muncul perkiraan cuaca di HP ternyata 8' C, wew pantesan dingin amat, untung sudah pakai coat yang lumayan tebal, meski belum mandi belum makan juga tapi tetap eksis dibandara hehehe.



Dari bandara dijemput pakai bus untuk visit forging factory melewati jalan yang sepi banyak bukit - bukit, hmmm tidak jauh beda dengan dikampungku di Bengkulu bentuk rumahnya pun hampir mirip cuma bacaannya aja yang tak kumengerti bahasanya.
tapi sebelumnya kita di ajak untuk makan siang dulu karena tadi tidak sempat sarapan hanya dikasih air putih dan roti yang belum sempat kumakan, makan siang kali ini katanya di restoran terkenal ada sup ayam gingseng yang masih ngebul asapnya namanya sup samgyetang, ayamnya empuk kecil 1 ekor didalam perutnya ada nasi gak ada rasanya jadi kita meracik sendiri kalau mau ditambahkan garam, beserta ada hidangan kimci dll, dan ternyata aku sama sekali gak suka, heheheh ye salam tambah laper deh.


setelah selesai makan langsung menuju Factory, wow terkagum kagum melihat kecanggihan mesin - mesin bekerja untuk membuat undercarridge, karena biasaya hanya proses PO saja, meski tetap hujan tidak menghalangi kita terus saja berkeliling pabrik sambil memakai sepatu safety dari besi dan itu berat banget, masyallah lengkap sudah hari itu capek jalan, lelah badan, ngantuk, laper pula, tapi karena oppa dan unienya ramah jadi tetap semangat senyum meski ga mandi syukurnya karena dingin jadi gak keringatan. hmmm tapi yang sedih adalah disana jiwa narsisnya gak bisa disalurkan karena tidak diperbolehkan memoto apapun.

jam 7.30 malam di Busan masih terang, duh kaya jam 5 sore dijakarta, bingung magribnya jam berapa yah? oppa bilang kalau mau berdoa silahkan disini bisa sholat diruangan khusus mereka menyiapkan air didalam baskom kecil dekat meja, hihihi terima kasih oppa tapi bukan begini caranya berwudhu, dia minta maaf karena tidak tahu, dan kamipun memaklumin sambil tertawa bersama.
sampai dihotel J Square kita diberi waktu 30 menit untuk mandi secepat kilat karena akan dilanjutkan untuk makan malam, senang rasanya makan kali ini ketemu nasi, daging dan ikan teri nikmat banget yah Allah.
Hotel J Square ini letaknya dekat jalan, kamarnya luas tapi ga ada bathtub nya, awalnya pengen berendam air hangat biar segar karena kedinginin gagal deh, 




setelah makan malam kami berpamitan untuk beristirahat ke hotel, melempengkan badan yang lelah, Telpon anak memastikan keadaan mereka lalu tidak lupa telp pak suami sebelum bobo, dan menghidupkan alarm karena besok pagi pesawat jam 8 pagi berangkat ke seoul.

Bangun pagi langsung sholat dan mandi ganti baju ala - ala orang korea hihih langsung cuzz ke bandara, hidup disini benar - benar ontime sebelum waktunya aja kita sudah ditelponin terus sama oppa. karena sarapan siap jam 7 sedangkan kita jam 7 berangkat jadi gak sempat sarapan di hotel kita dikasih mie dan ternyata tidak ada sendoknya padahal mienya sudah aku rendam dengan air panas ditinggalkan begitu saja .

oh iya ternyata kalau kita pake coat atau jaket harus dibuka loch, untungnya aku dalamannya kaos tangan panjang, kalau gak bisa berabe juga kan.

Bye - bye Busan...
___________________________________________________


Welcome Seoul...

Setelah sampai di bandara kita di jemput TG yang bernama Daimi, dia adalah seorang ibu yang mempunyai 4 orang anak, keturunan korea pernah tinggal di Indonesia selama 10 tahun, dan orang tuanya masih tinggal di Jakarta, lalu karena belum menemukan jodoh yang tepat akhirnya dia memutuskan untuk mencari jodoh di Korea dan menetap disana. 

Diperjalanan biar gak ngantuk Daimi menceritakan berbagai kisah tentang Korea, kalau kita mulai menguap maka dia kan menyapa dengan yel yelnya ding dong deng, nadanya bagai penjual es cream keliling, nada bicaranya yang khas ketika mengucapkan bapak - bapak... ibu... ibu... selalu terkenang.

tempat wisata pertama yang kita kunjungin yaitu Imjingak Park yaitu taman yang dibangun untuk menghibur orang - orang yang tidak dapat pulang karena pembagian wilayah terpecahnya Korea Selatan dan Korea Utara.


Nah sampai disini dulu yah gaes .. ntr disambung lagi biar gak terlalu panjang nanti bosen..
#jalanjalankekorea #tripkorea #tourkorea #korea 

Terima kasih sudah mampir